4 Teknik Dalam Membuat Copywriting Bergaya Storytelling

Copywriting merupakan salah satu elemen penting dalam melakukan promosi, baik itu promosi secara langsung atau offline maupun promosi secara digital atau online. Copywriting sendiri merupakan kata-kata atau kalimat yang digunakan untuk mempromosikan barang atau jasa anda kepada calon customer. Dengan Copywriting ini, diharapkan calon customer anda akan tertarik untuk melakukan pembelian barang atau jasa yang anda tawarkan.

Dalam praktiknya, teknik Copywriting yang diterapkan dalam penjualan pun semakin bertambah seiring berjalannya waktu mengikuti perkembangan zaman, era, dan juga teknologi yang terjadi di dunia ini. Salah satu teknik Copywriting yang berkembang di era sekarang adalah teknik Storytelling. Apa itu teknik Copywriting dengan Storytelling? Storytelling sendiri adalah teknik penyampaian informasi dengan diberi cerita yang mengalir secara menarik sehingga dapat memancing emosi pembaca. Dengan cerita yang disampaikan dalam teknik Storytelling ini, pembaca diharapkan dapat terlibat secara emosional dan dapat mendorong mereka untuk mencari tahu lebih jauh mengenai hal yang diceritakan serta melakukan tindakan yang lebih jauh mengenai hal tersebut.

 

Teknik Copywriting dengan Storytelling ini dikatakan efektif bagi beberapa jenis bisnis dan target audience karena pendekatannya yang halus sehingga audience tidak akan merasa seperti “dipaksa” untuk membeli. Selain itu, audience juga tidak akan merasa diberikan informasi yang berlebihan mengenai produk atau jasa yang ditawarkan. Storytelling ini juga akan membuat audience merasa terhibur karena mereka akan disuguhkan cerita menarik yang tak jarang menyentuh hati sebelum disuguhkan informasi mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Dalam menulis Storytelling untuk Copywriting, tentu terdapat beberapa teknik yang harus diterapkan agar Storytelling yang anda suguhkan dapat menyentuh emosional calon customer anda sehingga Copywriting anda pun akan efektif bekerja untuk mempromosikan barang atau jasa anda. Terdapat 4 teknik untuk membuat Copywriting Storytelling yang biasa digunakan yaitu:

 

1. Teknik The Mountain

Teknik ini sering digunakan dalam pembuatan skenario film, novel, ataupun cerpen sehingga teknik ini cocok digunakan saat anda membuat konten yang panjang. Dalam teknik ini, cerita akan berawal dari pengenalan karakter, konflik, puncak konflik, hingga ke tahap akhir yakni pemberian solusi atas konflik yang terjadi.

Untuk mempromosikan produk atau jasa anda, anda bisa membuat cerita yang berkaitan dengan penggunaan produk atau jasa anda untuk kemudian anda bisa memperkenalkan produk atau jasa anda tersebut di bagian akhir cerita yakni pada tahap pemberian solusi sebagai solusi dari konflik yang dihadapi sang tokoh.

 

2. Teknik Sparklines

Teknik Storytelling ini digunakan untuk menceritakan mengenai ekspetasi yang diharapkan dengan realita yang terjadi sekarang. Dalam menulis Copywriting Storytelling, teknik ini dapat dipraktikkan dengan ekspetasi dan realita dari keadaan sebelum masyarakat menggunakan produk atau jasa anda. Nantinya, anda dapat menawarkan penggunaan produk atau jasa anda sebagai solusi dari realita yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat tersebut.

Teknik ini pun dapat dengan efektif mempengaruhi perasaan dan emosional calon customer terhadap produk atau jasa yang anda tawarkan sehingga mereka mau mengikuti solusi yang anda tawarkan.

 

3. Teknik False Start

Teknik Storytelling ini merupakan teknik yang diawali dengan cerita mengenai pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan dari seseorang, bisa dari diri anda sendiri maupun orang-orang disekitar anda yang disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Copywriting dari produk atau jasa anda pun dapat disisipkan sebagai solusi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat sang tokoh dalam cerita anda tersebut.

Dengan ini, calon customer anda pun akan menganggap bahwa produk atau jasa anda ini bermanfaat dan dibutuhkan.

 

4. Teknik Monomyth

Teknik ini dilakukan dengan menceritakan perjalanan perjuangan dari seorang tokoh yang dianggap pahlawan. Dalam cerita ini, perjalanan sulitnya perjuangan pahlawan tersebut untuk mencapai suatu tujuan diceritakan sehingga tentunya dapat membangkitkan emosi dari para calon customer yang membaca copy anda. Hal ini terjadi karena dengan teknik ini, anda dapat membangun cerita yang menginspirasi bagi para calon customer anda sehingga mereka pun akan tergerak untuk membeli produk atau jasa yang anda tawarkan pada akhir cerita.

 

Di atas ini adalah keempat teknik dalam membangun Copywriting Storytelling. Tidak heran bahwa teknik Copywriting Storytelling ini digemari oleh banyak audience karena teknik ini dianggap sebagai teknik promosi yang sangat halus. Bahkan tak jarang banyak orang-orang yang tertipu mengira itu adalah cerita pengalaman yang mengharukan, padahal tujuannya sendiri adalah untuk mempromosikan suatu produk atau jasa. Teknik Storytelling ini juga akan membuat iklan anda tampil beda karena calon customer anda tidak akan merasa “dijuali”  secara hard. Jadi ini saatnya untuk membuat tampilan iklan yang beda untuk produk atau jasa anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *